Inspirasi
Kitalah Teladan Mereka

Kitalah Teladan Mereka
sygmadayainsani.co.id - Kitalah Teladan Mereka - Ustadzah itu begini dan begitu... kata itu tertulis pada sebuah kertas yang ditaruh di atas tempat tidur seorang ustadzah Sesaat setelah membaca tulisan itu, ustadzah tersebut terduduk lemas. Tangannya gemetar. Air mata mulai menetes mengalir di se

sygmadayainsani.co.id - Kitalah Teladan Mereka - Ustadzah itu begini dan begitu... kata itu tertulis pada sebuah kertas yang ditaruh di atas tempat tidur seorang ustadzah

Sesaat setelah membaca tulisan itu, ustadzah tersebut terduduk lemas. Tangannya gemetar. Air mata mulai menetes mengalir di sela-sela pipinya. Tak disangka, di mata anak-anak ia seperti itu. Ia kemudian menenangkan diri. Diambilnya air wudlu lalu melaksanakan shalat. Waktu itu adzan berkumandang.

Setelah sholat ia hanya diam di kamarnya. Tak beranjak walau hanya untuk menengok santri-santrinya. Entah takut atau kalut masih menyelimuti hatinya. Setelah agak sedikit tenang dibacanya kembali surat kaleng itu. Ada satu kata yang begitu menancap di hatinya: Ustadzah itu nyuruh kami melakukan ini dan itu, tapi ustadzah sendiri gak mau melakukannya! Kalimat itu seolah terucap berapi-api. Mencabik-cabik hatinya. Teringat kembali akan surat Ash-Shaff ayat 2-3 yang artinya Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?. Itu sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

Ini hanyalah cerita singkat mengenai ekspresi seorang santri terhadap ustadzahnya. Ada banyak hal yang disampaikannya. Tapi dari surat itu dapat disimpulkan bahwa dalam benak santri tersebut ada pertanyaan yang selalu menggelayuti hatinya, Mengapa ustadzahku menyuruhku ini dan itu sedangkan beliau sendiri tidak melaksanakannya? Mengapa beliau membuat peraturan ini dan itu sedang beliau tidak mau melaksanakannya? Mungkin bagi anak-anak, terutama siswa SMP, hal ini terkesan tidak adil. Dan ini adalah sebuah tanda tanya besar, bagaimana anak-anak bisa mengerjakan kebaikan kalau kita sendiri tak mau melakukannya? Bagaimana anak-anak mau menuruti perintah kita kalau kita sendiri tidak mau mengerjakannya?

Tentu ini sangat berkebalikan dengan metode mendidik Rasulullah. Dalam sabdanya yang driwayatkan oleh Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : "Barangsiapa yang mengatakan pada anak kecil, kemarilah aku beri sesuatu namun dia tidak memberi, maka itu ada adalah sebuah kedustaan."

Meski hal ini terkesan remeh, secara tidak langsung kita telah mengajarinya berbohong. Kita telah memberi iming-iming palsu sehingga timbullah kekecewaan yang akan membekas dalam ingatan anak tersebut. Yang suatu saat anak itu akan menirunya dengan mengatakan begini, Aah dulu ibu pernah menjanjikan saya hadiah. Tapi ternyata bohong. Sekarang kalau aku bohong gak apa-apa kan? Kan ibu dulu juga pernah bohong. Atau misalkan begini Aah ustadzah saja pernah telat shalat. Jadi kalau kita telat sesekali juga ga apa-apa kan? Dalam buku Prophetic Parenting karya DR. Muhammad Nur Abdul Hafiz dijelaskan bahwa seorang anak akan selalu memperhatikan dan meneladani prilaku orang dewasa. Baik itu orang tuanya, saudaranya atau gurunya. Apabila mereka melihatnya berprilaku jujur, mereka akan tumbuh dalam kejujuran. Demikian seterusnya.

Orang dewasa (khususnya kedua orang tua dan guru) selalu dituntut menjadi suri teladan yang baik. Karena seorang anak yang berada di masa pertumbuhan selalu memperhatikan sikap dan ucapan orang tuanya. Dia juga bertanya sebab mereka berlaku demikian. Selain itu dalam buku 100 Cara agar Anak Bahagia, Dr. Timothy menjelaskan bahwa anak-anak belajar dengan mengamati. Mereka memperhatikan dan menirukan tingkah laku kita. Untuk itu kita harus menjadi teladan yang baik bagi mereka. Apabila kita ingin kata-kata kita didengar oleh mereka.

Oleh karenanya, kalau dulu kita mengatkan Lakukan sesuai kataku, bukan seperti perbuatanku maka mari kita buang jauh-jauh kata-kata itu. Karena perbuatan jauh lebih menancap dari perkataan. Anak didik kita akan cenderung meniru perbuatan kita daripada apa yang kita katakan sehingga dari situ kita dapat berkaca Sepeti apakah diri kita?. Karena anak kita atau anak didik kita adalah cerminan diri kita.

Semoga ini menjadi bahan evaluasi bagi kita...

Wallahu a'lam bish shawab.*** (sumber: bersamadakwah.com)








Inspirasi Lainnya
10 Cara Mengajarkan Anak Hormat Kepada Ulama
10 Cara Mengajarkan Anak Hormat Kepada Ulama
Jum'at, 14 Oktober 2016 02:58 WIB
Ayah bunda, pernah mendengar ada orang dewasa yang melotot kepada ulama ? pernah mendengar ada anak SMP yang duduknya tidak sopan didepan guru? Dan banyak sekali kasus yang terjadi mengenai tidak hormatnya anak maupun orang dewasa yang tidak hormat kepada para ulama. Ulama adalah orang yang memiliki ilmu. Seperti apa caranya agar anak kita menghormati para ulama ?
Ketika Anak Mulai Mengenal Idola, ini Bahayanya!
Ketika Anak Mulai Mengenal Idola, ini Bahayanya!
Kamis, 20 Oktober 2016 06:08 WIB
Ayah Bunda kita tidak bisa memaksa anak untuk mengindolakan seseorang, tapi kita bisa mengarahkan anak agar mengindolakan yang kita mau. Selain bisa memberi dorongan positif, tokoh idola juga bisa memberi dorongan negatf. Oleh karena itu Ayah Bunda perlu memberi arahan yang benar terhadap pengidolaan si kecil.
8 Cara Mengatur Keuangan Keluarga yang Dicontohkan Rasulullah (1)
8 Cara Mengatur Keuangan Keluarga yang Dicontohkan Rasulullah (1)
Selasa, 09 Agustus 2016 02:15 WIB
Ayah Bunda, islam adalah agama yang sempurna. Islam mengajarkan seluruh aspek kehidupan kita termasuk dalam keuangan. Syariat Islam mengajarkan beberapa aturan yang mengatur pembelanjaan keluarga muslim.
7 Alasan Agar Hati Terasa Lapang Setiap hari
7 Alasan Agar Hati Terasa Lapang Setiap hari
Selasa, 24 Oktober 2017 09:00 WIB
Hati itu sifatnya berbolak balik. Bahkan dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa hati itu seperti air mendidih, cepet sekali berbolak balik. Seing kali juga kita di hadapi dengan suasana hati yang kurang begitu bagus, bahkan ingin rasanya memiliki hati yang lapang setiap saat. 7 alasan ini mampu membuat Ayah Bunda memiliki hati yang lapang.

Perlu Bantuan?

Hai, Saya Fitria Rahmawati Anda memerlukan bantuan saat belanja produk? Asisten belanja Anda siap membantu Anda, atau Anda membutuhkan informasi lebih lengkap tentang produk-produk kami silahakan hubungi saya.

Hubungi Saya Tentang Saya